Bukan karena semuanya selalu mudah. Tapi karena kamu tetap bangkit setiap kali hidup meminta kamu kuat lagi.
The day I first noticed you
Sebelum kamu
tahu namaku,
aku sudah memperhatikanmu.
Di kantor Indomaret itu, aku sering melihatmu dari jauh. Tingkahmu yang lucu, wajahmu yang manis, cara kamu bekerja—hal-hal kecil yang waktu itu bahkan belum bisa kamu tahu.
ternyata rasa penasaran bisa mulai dari kejauhan.
A conversation that started with office chaos
“siapa ni?”
Chat pertama kita. Tidak romantis-romantis amat, memang. Tapi aku masih ingat.
Lucu ya…
percakapan pertama kita dimulai karena keributan di kantor.
Dan aku belum tahu, ini akan jadi awal dari begitu banyak cerita.
Then we started talking
Awalnya cuma
sering chat.
Teman kerja
Sering chat
Saling cerita
Saling memahami
Mulai menyayangimu
Lebih sering aku yang mulai. Kita ngomongin kerjaan, keluarga, latar belakang, hal-hal yang biasanya tidak gampang diceritakan ke orang baru. Pelan-pelan, aku bukan cuma penasaran—aku mulai menyayangimu.
The things I keep noticing
Kamu itu
serba bisa, ya?
Versi kamu yang bikin aku senyum—dan diam-diam selalu ingin aku turuti.
Kamu selalu punya cara sendiri untuk membuat sesuatu terasa lebih hidup.
Terlihat dari caramu memperhatikan keluarga, anak kecil, dan orang-orang yang kamu sayang.
Kamu punya rencana, berani mencoba, dan tidak mau berhenti belajar.
81 alasan ku ingin menikahimu
Satu per satu,
karena kamu.
Tap kartu ini. Satu alasan setiap kali—seperti mengenalmu, pelan-pelan.
Kamu baik hati
Turns out, you chose me too
Ternyata,
kamu juga
memilihku.
Kamu pernah membuatku sadar: kamu tidak menyayangiku cuma karena apa yang aku punya. Kamu melihat caraku memperlakukanmu, caraku belajar mengendalikan diri, dan caraku mencoba tidak egois saat menghadapi masalah.
Kamu bilang, bersamaku kamu ingin memperbaiki diri. Kamu ingin memantaskan diri, mendukung apa yang sedang aku usahakan, dan percaya pada masa depan yang sedang kita bangun pelan-pelan.
Di satu titik aku sadar,
aku bukan cuma menemukan seseorang yang kucintai.
Aku menemukan seseorang yang percaya padaku.
Somehow, you became part of my world
Kamu bertemu
dengan keluargaku.
Ada rasa senang waktu kamu diperkenalkan kepada mamak, ayah, dan adik-adikku. Bukan karena semuanya harus langsung sempurna, tapi karena kamu merasa dihargai—dan ingin terus belajar untuk menjadi bagian dari dunia ini.
Terima kasih sudah datang dengan hati yang terbuka. Rasanya hangat melihatmu di sana.
The practical kind of love
Cinta kadang
sesederhana ini.
“Cici akan janji sama kamu, kamu ga akan kelaparan kalau udh nikah sama cici.”
— aku usahakan ada makanan di meja.“Aku juga nggak akan membiarkan kamu merasa sendirian.”
— bahkan di hari yang paling ramai sekalipun.Someday, our little home
Bukan rumah
yang besar.
Kita pernah membicarakan rumah. Bukan pesta yang besar. Cuma tempat yang cukup untuk pulang, beristirahat, bercerita, dan saling menemani.
Semoga harapan kecil ini selalu punya tempat untuk tumbuh. Pelan-pelan, tanpa perlu terburu-buru.
We keep showing up
Aku melihat
perjuanganmu.
Kamu melihat punyaku.
Kamu pernah bilang akan mendukung apa pun yang sedang aku usahakan—masa depan, keluarga, pekerjaan, kehidupan kita. Kamu percaya apa yang kutanam hari ini suatu hari akan dipanen.
Dan aku ingin kamu tahu: aku juga ada di sini. Untuk mendengar ceritamu, merayakan langkah kecilmu, dan mengingatkanmu kalau kamu sedang lupa betapa hebatnya dirimu.
Then it was my turn to be celebrated
Beberapa bulan lalu,
giliran aku yang dirayakan.
“Aku bangga sama perjuanganmu.”
“Aku tahu kamu berjuang untuk keluarga.”
“Semoga kuliah, pekerjaan, dan semua urusanmu dimudahkan.”
“Semoga kita dimudahkan menuju pernikahan.”
Kamu melihat sisi yang kadang kusimpan sendiri. Aku ingat itu.
Aku menyimpan kata-kata itu baik-baik.
Dan sekarang…
giliran kamu.
26 SEPTEMBER 2026
HAPPY
BIRTHDAY,
YOSICA.

Kamu pernah bilang, hadiah ulang tahun yang paling kamu inginkan bukan barang. Lebih baik uangnya ditabung untuk menikahi kamu.
Semoga suatu hari nanti aku bisa mengubah semua percakapan tentang “nanti” menjadi kenyataan—dengan cara yang baik, dan pada waktu yang tepat.
A personal letter
Untuk Yosica,
Terima kasih sudah menjadi perempuan yang pertama kali aku lihat dari kejauhan, lalu menjadi seseorang yang paling ingin aku dekati.
Terima kasih sudah membiarkanku mengenal sisi-sisi dirimu yang tidak semua orang bisa lihat. Sisi yang kuat, lembut, manja, berani, dan kadang masih suka bilang “xixi”.
Terima kasih sudah percaya padaku. Terima kasih sudah mendukungku. Dan terima kasih karena sampai hari ini, kamu masih memilih berjalan bersamaku.
Aku mungkin belum selalu tahu cara paling sempurna untuk mencintaimu. Tapi aku tahu, aku ingin terus belajar—seperti kamu yang selalu ingin belajar juga.
Masih banyak cerita yang belum kita tulis.
Happy birthday, Yosica.
I love you.
— Yudha · 26 SEPTEMBER 2026
The next page is ours
# TO BE
CONTINUED...
Klik tanggal pertama kalau kamu mau mengingat semuanya dari awal lagi.